Membangun Desa yang Responsif Gender melalui Pembentukan Peraturan Desa berbasis Quadruple Helix Collaboration

Authors

DOI:

https://doi.org/10.23960/jsi.v5i2.47

Keywords:

Responsif Gender, Peraturan Desa, Quadruple Helix Collaboration

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membangun desa yang responsif gender melalui pembentukan peraturan desa berbasis Quadruple Helix Collaboration. Desa sebagai satuan pemerintahan yang terkecil, menjadi tombak ujung dalam merefleksikan kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat. Membangun desa yang responsif gender menjadi bentuk upaya dalam perlindungan dan pemenuhan hak terhadap perempuan. Stigmasisasi perempuan yang dianggap lemah seringkali menjadikan pemenuhan hak asasi perempuan terbatas dan diabaikan. Pemerintah desa dalam hal ini perlu membuat kebijakan yang mampu mendorong kontribusi perempuan di desa. Otonomi desa yang telah bergulir memberikan ruang bagi desa untuk membentuk peraturan desa yang mampu meningkatkan peran perempuan khususnya dalam pembangunan. Basis Quadruple Helix Collaboration ini tepat untuk mengintegrasikan empat unsur yaitu pemerintah, industri, universitas dan masyarakat kedalam pembentukan peraturan desa yang mampu membangun desa yang responsif gender. Kegiatan ini menjadi sebuah solusi dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di desa, sehingga partisipasi perempuan dalam pembangunan semakin meningkat. Dengan demikian, sasaran khalayak dalam kegiatan ini adalah Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, perwakilan pihak industri/swasta, dan kelembagaan perempuan di desa. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran.

Downloads

Published

2024-12-12

How to Cite

Evendia, M., Firmansyah, A. A., Perbawati, C., & Riananda, M. . (2024). Membangun Desa yang Responsif Gender melalui Pembentukan Peraturan Desa berbasis Quadruple Helix Collaboration. Jurnal Sinergi, 5(2), 38–48. https://doi.org/10.23960/jsi.v5i2.47