PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA LEMPUYANG BANDAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.23960/jsi.v6i1.94Abstract
Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan unsur hara untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman agar bisa berkembang secara maksimal. Secara umum, terdapat dua jenis pupuk yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Pupuk kimia umumnya lebih sering digunakan oleh petani, padahal penggunaan pupuk kimia secara berlebihan/terus menerus menyebabkan ketidakseimbangan hara dalam tanah dan juga menimbulkan masalah sosial yang berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu penggunaan pupuk organik dapat dijadikan solusi alternatif untuk meningkatkan produksi tanaman yang lebih aman. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk pupuk organik adalah bonggol pisang karena mengandung cukup banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dan ditambah dengan molases, air cucian beras, dan air kelapa lalu difermentasi dalam bentuk cairan yang dapat menambah unsur hara pada pupuk organik cair. Tahap ini dimulai dengan menghancurkan bonggol pisang menjadi ukuran kecil lalu bonggol pisang yang telah dihancurkan ditimbang sebanyak 2 kg kemudian dimasukan ke dalam reaktor yaitu ember dengan penutupnya yang telah dipasang selang sebagai aliran gas keluar. Lalu ditambah dengan air cucian beras sebanyak 1,5 liter, air kelapa sebanyak 1,5 liter dan larutan molasses sebanyak 0,5 liter ke dalam reaktor, atau bisa digantikan menggunakan gula merah sebanyak 500 gram dan tambahkan EM4 sebanyak 60ml kemudian aduk bahan-bahan yang telah dimasukkan ke dalam reaktor agar tercampur rata, lalu tutup reaktor dan biarkan proses fermentasi terjadi secara anaerob selama 2 minggu, kemudian reaktor dipasang selang yang digunakan untuk mengalirkan gas hasil fermentasi keluar dari reactor
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sinergi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








